{"id":1075,"date":"2026-08-01T23:48:59","date_gmt":"2026-08-01T23:48:59","guid":{"rendered":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/?p=1075"},"modified":"2026-08-01T23:48:59","modified_gmt":"2026-08-01T23:48:59","slug":"belajar-dari-kisah-nabi-luth-a-s-menjaga-akidah-keluarga-dan-generasi-dari-pengaruh-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/?p=1075","title":{"rendered":"Belajar Dari Kisah Nabi Luth a.s : Menjaga Akidah, Keluarga, dan Generasi dari Pengaruh Zaman"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/al-ihsan-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1076\" srcset=\"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/al-ihsan-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/al-ihsan-300x169.jpeg 300w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/al-ihsan-768x432.jpeg 768w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/al-ihsan-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/al-ihsan.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogyakarta (Masjid Al Ihsan Suryodiningratan) \u2013 Ba&#8217;da imam Shalat Subuh, Ahad (2\/8\/2026), Ustadz Dwi Budi Utomo, S.Pt. menyampaikan kultum kepada jamaah Masjid Al Ihsan Suryodiningratan. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah mengambil pelajaran dari kisah Nabi Luth a.s. yang diabadikan dalam Al-Qur&#8217;an sebagai pedoman dalam menjaga keimanan, keluarga, dan generasi muda di tengah berbagai tantangan kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau mengawali kajian dengan menjelaskan bahwa sebagian besar isi Al-Qur&#8217;an memuat kisah para nabi dan umat terdahulu. Kisah-kisah tersebut bukan sekadar cerita, tetapi mengandung pelajaran (ibrah) bagi orang-orang yang beriman agar dapat mengambil hikmah dan tidak mengulangi kesalahan umat terdahulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah Swt. berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sungguh, pada kisah-kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.&#8221; (QS. Yusuf: 111).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ustadz Dwi Budi Utomo menjelaskan bahwa menurut tafsir Ibnu Katsir, Nabi Luth a.s. adalah keponakan Nabi Ibrahim a.s. Pada awalnya keduanya berdakwah bersama menyeru manusia kepada tauhid. Kemudian Allah mengutus Nabi Luth a.s. secara khusus kepada kaum Sodom, yaitu kaum yang dikenal melakukan berbagai kemaksiatan dan penyimpangan yang belum pernah dilakukan oleh umat sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah Swt. berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, &#8216;Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? Sungguh, kamu benar-benar melampiaskan syahwat kepada laki-laki, bukan kepada perempuan. Bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.&#8217; Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, &#8216;Usirlah mereka dari negerimu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci.'&#8221; (QS. Al-A&#8217;raf: 80\u201382).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau juga mengulas kisah dalam QS. Hud ayat 77\u201381, ketika para malaikat datang kepada Nabi Luth a.s. dalam rupa manusia. Kaum Nabi Luth justru mendatangi rumah beliau dengan niat buruk. Nabi Luth telah menasihati mereka agar bertakwa kepada Allah, namun mereka tetap menolak kebenaran. Karena kedurhakaan tersebut, Allah menyelamatkan Nabi Luth a.s. beserta orang-orang yang beriman, kemudian menurunkan azab kepada kaum yang terus membangkang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari kisah tersebut, jamaah diajak memahami bahwa dosa yang terus dilakukan tanpa taubat dapat mengeraskan hati sehingga sulit menerima nasihat. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa menjaga hati dengan memperbanyak ibadah, memperkuat akidah, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ustadz Dwi Budi Utomo juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga anak-anak dari pengaruh negatif. Beliau mengajak jamaah untuk lebih selektif dalam memilih tontonan, media digital, serta lingkungan pergaulan anak. Menurut beliau, banyak penyimpangan berawal dari paparan yang dianggap biasa, sehingga pendidikan agama dan pendampingan keluarga menjadi benteng utama dalam menjaga generasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau menambahkan bahwa pada era digital saat ini, berbagai informasi dan tren dapat dengan mudah diakses oleh anak-anak maupun remaja melalui media sosial dan internet. Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang baik, memberikan pendidikan agama sejak dini, serta mendampingi anak dalam menggunakan media digital. Nilai-nilai Islam mengajarkan agar setiap muslim menjaga fitrah, kehormatan diri, dan akhlak mulia. Kisah Nabi Luth a.s. menjadi pengingat agar umat Islam berpegang teguh pada ajaran Al-Qur&#8217;an dan Sunnah, sekaligus menyampaikan nasihat dengan hikmah, kasih sayang, dan penuh tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa menurut ketentuan hukum di Indonesia, perkawinan yang sah adalah perkawinan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal tersebut juga sejalan dengan ajaran Islam yang memandang pernikahan sebagai ikatan suci untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menutup kultumnya, beliau mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Seorang muslim tidak cukup hanya memperbaiki dirinya sendiri, tetapi juga berkewajiban saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan cara yang bijaksana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau menutup dengan sabda Rasulullah \ufdfa:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Perumpamaan orang-orang yang menegakkan hukum Allah dan orang-orang yang melanggarnya seperti suatu kaum yang berada di atas sebuah kapal. Sebagian berada di atas dan sebagian di bawah. Orang-orang yang berada di bawah hendak mengambil air sehingga harus melewati orang-orang yang di atas. Mereka berkata, &#8216;Seandainya kami melubangi bagian kami sendiri, tentu kami tidak mengganggu orang yang di atas.&#8217; Jika mereka dibiarkan melakukan keinginannya, niscaya semuanya akan binasa. Namun jika mereka dicegah, maka semuanya akan selamat.&#8221; (HR. Bukhari).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kajian Subuh ini, jamaah diharapkan semakin memahami bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur&#8217;an merupakan petunjuk bagi kehidupan. Menjaga akidah, membina keluarga dengan nilai-nilai Islam, mendampingi anak-anak dalam menghadapi perkembangan zaman, serta saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan tanggung jawab bersama demi terwujudnya masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan diridhai Allah Swt.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta (Masjid Al Ihsan Suryodiningratan) \u2013 Ba&#8217;da imam Shalat Subuh, Ahad (2\/8\/2026), Ustadz Dwi Budi Utomo, S.Pt. menyampaikan kultum kepada<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1076,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1075","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1075","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1075"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1075\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1077,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1075\/revisions\/1077"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}