{"id":796,"date":"2026-03-06T02:44:13","date_gmt":"2026-03-06T02:44:13","guid":{"rendered":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/?p=796"},"modified":"2026-03-08T03:49:02","modified_gmt":"2026-03-08T03:49:02","slug":"hidayah-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/?p=796","title":{"rendered":"Hidayah Al-Quran"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh : Dr. Didi Junaedi, M.A.<br>(Dosen Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200e\u201cBulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-\u200eQur\u2019an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan \u200emengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang benar dan yang \u200ebatil).\u201d (Q.S. Al-Baqarah : 185)\u200e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu fungsi al-Qur\u2019an adalah sebagai kitab petunjuk atau \u200ehidayah. Hidayah al-Qur\u2019an berlaku sejak al-Qur\u2019an diturunkan hingga akhir \u200ezaman. Al-Qur\u2019an sering disebut sebagai kitab yang selalu up to date, shalih \u200elikulli zamanin wa makanin. \u200e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayat yang penulis kutip di awal tulisan ini menegaskan bahwa Al-\u200eQur\u2019an adalah petunjuk bagi manusia. Ibn Katsir menjelaskan bahwa makna \u200e\u200e\u201chudan li al-nas\u201d pada ayat tersebut adalah petunjuk bagi hati para hamba \u200eAllah, yang mengimani Al-Qur\u2019an, membenarkan, serta mengikutinya.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menarik sekali tafsir tentang \u201chudan li al-nas\u201d yang disampaikan Ibn \u200eKatsir tersebut. Setidaknya ada tiga hal yang harus dipenuhi, jika kita ingin \u200emendapatkan hidayah atau petunjuk dari Al-Qur\u2019an.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, mengimani Al-Qur\u2019an. Makna mengimani di sini adalah \u200emeyakini sepenuh hati, mempercayai dengan segenap rasa tanpa keraguan \u200esedikit pun.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, membenarkan. Membenarkan artinya bahwa dengan keyakinan \u200eyang kokoh kita mengakui bahwa seluruh isi yang terkandung di dalam al-\u200e\u200e,Qur\u2019an adalah sebuah kebenaran yang mutlak adanya (al-haqq). Tidak ada \u200esatu pun kandungan al-Qur\u2019an yang keliru apalagi salah. \u200e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, mengikuti. Setelah kita meyakini sepenuh hati, mepercayai \u200etanpa keraguan sedikit pun, kemudian membenarkan seluruh isi yang \u200eterkandung di dalam al-Qur\u2019an, maka langkah selanjutnya adalah mengikuti \u200eajaran serta nilai-nilai yang terdapat di dalam al-Qur\u2019an.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hanya dengan tiga hal itulah, menurut Ibn Katsir, kita akan dapat \u200ememperoleh hidayah al-Qur\u2019an. \u200e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Qur\u2019an adalah kitab hidayah bagi siapa saja yang membuka hati dan \u200epikirannya untuk menadapatkan pancaran sinarnya. Al-Qur\u2019an adalah kitab \u200ehidayah bagi siapa saja yang melapangkan jiwanya untuk menyambut \u200epetunjuk-Nya. Al-Qur\u2019an adalah kitab hidayah bagi setiap insan yang mau \u200emelepas egonya, demi mendapat naungan rahmat-Nya. Al-Qur\u2019an adalah kitab \u200ehidayah sepanjang masa, yang tak pernah lapuk dimakan waktu, tak akan \u200elekang ditelan zaman.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200e* Ruang Inspirasi, Jumat, 6 Maret 2026.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Dr. Didi Junaedi, M.A.(Dosen Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon) \u200e\u201cBulan Ramadan adalah (bulan)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":847,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=796"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/796\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":799,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/796\/revisions\/799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}