{"id":862,"date":"2026-03-09T21:47:27","date_gmt":"2026-03-09T21:47:27","guid":{"rendered":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/?p=862"},"modified":"2026-03-15T08:39:11","modified_gmt":"2026-03-15T08:39:11","slug":"ramadhan-bulan-kemuliaan-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/?p=862","title":{"rendered":"Ramadhan Bulan Kemuliaan Al-Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kultum Tarawih oleh Kang Rois \u2013 PTQ Raudhatul Muta\u2019alimin di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan<br>Suasana malam Ramadhan di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta terasa begitu khusyuk. Setelah rangkaian shalat Isya dan Tarawih, jamaah kembali duduk rapi menyimak kultum yang disampaikan oleh Kang Rois dari PTQ Raudhatul Muta\u2019alimin. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan kemuliaan, terutama karena di bulan inilah Al-Qur\u2019an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia.<br>Ramadhan Bulan Diturunkannya Al-Qur\u2019an<br>Kang Rois membuka kultum dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185:<br>\u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064f \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0623\u064f\u0646\u0632\u0650\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650<br>Artinya:<br>&#8220;Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur\u2019an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil.&#8221;<br>Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan Al-Qur\u2019an. Di bulan inilah wahyu pertama kali diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad \ufdfa. Karena Al-Qur\u2019an diturunkan pada bulan Ramadhan, maka bulan ini menjadi bulan yang sangat mulia.<br>Kemuliaan Karena Kedekatan dengan Al-Qur\u2019an<br>Kang Rois menjelaskan bahwa sesuatu menjadi mulia karena hubungannya dengan Al-Qur\u2019an. Nabi Muhammad \ufdfa menjadi manusia paling mulia karena beliau menerima dan membawa Al-Qur\u2019an sebagai wahyu.<br>Begitu pula dengan umat Islam. Siapa yang dekat dengan Al-Qur\u2019an, maka Allah akan memuliakannya. Al-Qur\u2019an bukan hanya kitab yang dibaca, tetapi juga petunjuk hidup agar manusia tidak tersesat.<br>Jika kita menjadikan Al-Qur\u2019an sebagai pedoman, maka kita akan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Itulah sebabnya Al-Qur\u2019an disebut sebagai petunjuk (hudan) bagi manusia.<br>Perumpamaan Sederhana tentang Kemuliaan<br>Untuk memudahkan jamaah memahami makna kemuliaan Al-Qur\u2019an, Kang Rois memberikan perumpamaan sederhana.<br>Selembar kertas kosong pada dasarnya tidak memiliki nilai khusus. Namun ketika di atasnya dituliskan \u201cBismillahirrahmanirrahim\u201d, maka kertas itu tiba-tiba menjadi mulia. Kita tidak akan menaruhnya sembarangan, bahkan kita akan menempatkannya di tempat yang baik.<br>Begitu pula dengan Al-Qur\u2019an. Kita memuliakannya dengan menempatkannya di tempat yang bersih dan tinggi, tidak meletakkannya di sembarang tempat. Hal ini menunjukkan penghormatan kita kepada kalam Allah.<br>Namun kemuliaan yang sebenarnya bukan hanya pada tempatnya, tetapi ketika Al-Qur\u2019an juga kita tempatkan dalam kehidupan kita. Jika hidup kita dekat dengan Al-Qur\u2019an, maka Allah akan memuliakan kehidupan kita.<br>Keutamaan Orang yang Membaca Al-Qur\u2019an<br>Kang Rois juga mengingatkan sebuah hadis Rasulullah \ufdfa tentang perumpamaan orang yang membaca Al-Qur\u2019an:<br>\u201cPerumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur\u2019an seperti buah utrujah: aromanya harum dan rasanya enak.<br>Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur\u2019an seperti kurma: tidak beraroma tetapi rasanya manis.<br>Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur\u2019an seperti bunga raihanah: aromanya harum tetapi rasanya pahit.<br>Sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur\u2019an seperti buah hanzhalah: tidak beraroma dan rasanya pahit.\u201d<br>(HR. Bukhari dan Muslim)<br>Hadis ini mengajarkan bahwa Al-Qur\u2019an memberi keindahan pada diri seorang mukmin, baik dari segi batin maupun perilakunya.<br>Ramadhan Momentum Kembali ke Al-Qur\u2019an<br>Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur\u2019an. Di bulan inilah umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur\u2019an.<br>Jika kita istiqomah membaca Al-Qur\u2019an, hati kita akan menjadi lebih tenang, hidup kita lebih terarah, dan Allah akan mengangkat derajat kita.<br>Harapan dan Doa<br>Di akhir kultum, Kang Rois mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik awal memperbaiki kedekatan dengan Al-Qur\u2019an.<br>Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk istiqomah membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur\u2019an, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga sepanjang kehidupan kita.<br>Dengan begitu, kita berharap termasuk orang-orang yang dimuliakan Allah karena kedekatannya dengan kitab suci-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kultum Tarawih oleh Kang Rois \u2013 PTQ Raudhatul Muta\u2019alimin di Masjid Al Ihsan SuryodiningratanSuasana malam Ramadhan di Masjid Al Ihsan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":866,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=862"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/862\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":902,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/862\/revisions\/902"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}