{"id":890,"date":"2026-03-11T14:34:35","date_gmt":"2026-03-11T14:34:35","guid":{"rendered":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/?p=890"},"modified":"2026-03-11T14:45:40","modified_gmt":"2026-03-11T14:45:40","slug":"ada-pasar-di-surga-kultum-tarawih-ustadz-roihan-yahya-membuka-rahasianya-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/?p=890","title":{"rendered":"Ada \u201cPasar\u201d di Surga? Kultum Tarawih Ustadz Roihan Yahya Membuka Rahasianya"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.25-1-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-891\" srcset=\"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.25-1-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.25-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.25-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.25-1-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.25-1.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kultum Tarawih: \u201cDi Manakah Surga Itu?\u201d<br>Masjid Al Ihsan Suryodiningratan, Mantrijeron \u2013 Ramadhan 1447 H<br>Penceramah: Ustadz Roihan Yahya, S.Si<br>Suasana malam Ramadhan di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan terasa hangat dan penuh kekhusyukan. Setelah jamaah menunaikan shalat Isya, Ustadz Roihan Yahya, S.Si menyampaikan kultum yang menggugah hati tentang tujuan akhir kehidupan seorang mukmin: surga.<br>Beliau mengawali dengan mengingatkan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah. Puasa, shalat, sedekah, dan amal lainnya tidak hanya dilakukan sebagai rutinitas, tetapi harus disertai niat yang tulus karena Allah.<br>Rasulullah \ufdfa bersabda:<br>\u201cBarang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.\u201d<br>(HR. Bukhari dan Muslim)<br>Artinya, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi kesempatan memperbaiki hati agar semakin dekat dengan Allah.<br>Pertanyaan Menggugah: \u201cSurganya Teng Pundi?\u201d<br>Dalam bahasa Jawa yang sederhana namun penuh makna, Ustadz Roihan bertanya kepada jamaah:<br>\u201cKira-kira surganya teng pundi? Di manakah surga itu?\u201d<br>Pertanyaan ini membuat jamaah merenung. Semua orang tentu berharap masuk surga di akhirat. Namun beliau mengajak jamaah memahami bahwa surga memiliki kenikmatan yang luar biasa yang bahkan belum pernah terbayangkan oleh manusia.<br>Allah berfirman:<br>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064f\u0648\u0646\u064e \u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064c<br>\u201cDi dalamnya mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki dan pada sisi Kami ada tambahan (kenikmatan).\u201d<br>(QS. Qaf: 35)<br>Ayat ini menunjukkan bahwa kenikmatan surga tidak terbatas. Apa pun yang diinginkan manusia tersedia, bahkan ada kenikmatan yang jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan.<br>Gambaran Surga: Ada \u201cPasar\u201d yang Indah<br>Ustadz Roihan kemudian menyampaikan sebuah hadis menarik tentang kehidupan di surga.<br>Rasulullah \ufdfa bersabda:<br>\u201cSesungguhnya di surga ada sebuah pasar yang mereka datangi setiap hari Jumat. Lalu bertiuplah angin dari arah utara yang menerpa wajah dan pakaian mereka sehingga menambah keindahan mereka. Ketika mereka kembali kepada keluarga mereka, keluarga mereka berkata: \u2018Demi Allah, kalian semakin tampan dan semakin indah.\u2019 Mereka pun menjawab: \u2018Kalian juga semakin indah setelah kami pergi.\u2019\u201d<br>(HR. Muslim)<br>Menurut penjelasan para ulama seperti Imam Nawawi, pasar di surga bukan tempat jual beli seperti di dunia, tetapi tempat berkumpulnya para penghuni surga untuk saling bertemu, berbincang, bersenda gurau, dan menikmati kebahagiaan bersama.<br>Seakan-akan seperti tempat rekreasi atau \u201cmall\u201d, tetapi tanpa transaksi, tanpa kelelahan, tanpa kesedihan. Semuanya gratis dan penuh kebahagiaan.<br>Dalam kitab Hadi Al-Arwah ila Bilad Al-Afrah (Tamasya di Surga), Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan bahwa kenikmatan surga begitu luas sehingga akal manusia sulit membayangkannya secara sempurna.<br>Surga adalah Tempat Reuni Kebahagiaan<br>Di pasar surga itu, para penghuni surga akan:<br>Berkumpul dan saling menyapa<br>Mengenang kehidupan dunia<br>Bercanda dan berbagi cerita<br>Menikmati keindahan yang terus bertambah<br>Bahkan disebutkan bahwa tingkatan tempat duduk mereka sesuai dengan derajat amal mereka di dunia. Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin dekat pula kedudukannya dengan kenikmatan tersebut.<br>Kisah para sahabat seperti Thalhah bin Ubaidillah sering dijadikan teladan tentang bagaimana mereka beramal dengan sungguh-sungguh demi meraih kedudukan tinggi di sisi Allah.<br>Masjid Dicintai Allah, Pasar Dibenci<br>Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Roihan juga mengingatkan sebuah hadis Rasulullah \ufdfa:<br>\u201cTempat yang paling dicintai Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar.\u201d<br>(HR. Muslim)<br>Karena masjid adalah tempat manusia mengingat Allah, sedangkan pasar sering menjadi tempat manusia sibuk dengan urusan dunia hingga melupakan-Nya.<br>Namun Rasulullah \ufdfa tetap mengajarkan adab ketika masuk pasar, yaitu membaca doa:<br>\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u062d\u0652\u062f\u064e\u0647\u064f \u0644\u064e\u0627 \u0634\u064e\u0631\u0650\u064a\u0643\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u060c \u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0644\u0652\u0643\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f\u060c \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650\u064a \u0648\u064e\u064a\u064f\u0645\u0650\u064a\u062a\u064f \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062d\u064e\u064a\u0651\u064c \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u060c \u0628\u0650\u064a\u064e\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f\u060c \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0631\u064c<br>Artinya:<br>\u201cTiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Hidup dan tidak akan mati. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.\u201d<br>Rasulullah \ufdfa menjelaskan bahwa orang yang membaca doa ini ketika masuk pasar akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah.<br>Ramadhan: Latihan Menuju Surga<br>Kultum ditutup dengan pesan bahwa Ramadhan adalah madrasah keikhlasan. Orang yang mampu menjaga ibadahnya dengan sungguh-sungguh di bulan ini, insyaAllah akan lebih mudah menjaga amalnya di bulan-bulan setelahnya.<br>Jika di dunia kita rela datang ke mall untuk mencari kesenangan sementara, maka mengapa tidak bersungguh-sungguh mengejar \u201cpasar surga\u201d yang kenikmatannya abadi?<br>Semoga Ramadhan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki niat, memperbanyak amal, dan mendekatkan diri kepada Allah.<br>Semoga kelak Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Aamiin.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.26-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-894\" srcset=\"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.26-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.26-300x169.jpeg 300w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.26-768x432.jpeg 768w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.26-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-11-at-21.28.26.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kultum Tarawih: \u201cDi Manakah Surga Itu?\u201dMasjid Al Ihsan Suryodiningratan, Mantrijeron \u2013 Ramadhan 1447 HPenceramah: Ustadz Roihan Yahya, S.SiSuasana malam Ramadhan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":898,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=890"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":895,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/890\/revisions\/895"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjid-alihsan.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}