Suryodiningratan RT 39 RW 11, MJ 787 Yogyakarta
087839473647 – 08562579078
masjid.alihsan.syd@gmail.com

Suryodiningratan RT 39 RW 11, MJ 787 Yogyakarta
087839473647 – 08562579078
masjid.alihsan.syd@gmail.com

Berita

Pelukan Orang Tua: Tempat Ternyaman Bagi Anak

Beberapa waktu terakhir, masyarakat dikejutkan oleh kasus yang terjadi di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta. Peristiwa ini menyisakan luka mendalam, bukan hanya bagi anak-anak yang menjadi korban, tetapi juga bagi para orang tua yang menitipkan amanah terbesar mereka dengan penuh kepercayaan. Rasa cemas, takut, bahkan trauma pun muncul membuat banyak orang tua bertanya kembali: masihkah aman menitipkan anak di luar rumah?

Di tengah dinamika kehidupan hari ini, banyak orang tua dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Tuntutan ekonomi, karier, dan tanggung jawab keluarga seringkali membuat kita harus mempercayakan sebagian waktu anak kepada lembaga penitipan atau daycare. Namun, ketika muncul kasus-kasus yang melukai hati terutama yang menyangkut keamanan dan kenyamanan anak—rasa cemas, takut, bahkan trauma menjadi hal yang sangat manusiawi.

Dalam kondisi seperti ini, ada satu hal sederhana namun sangat mendalam yang sering terlupakan: pelukan orang tua.

Pelukan bukan sekadar sentuhan fisik. Ia adalah bahasa cinta yang paling jujur. Dalam pelukan, anak menemukan rasa aman, ketenangan, dan keyakinan bahwa ia tidak sendiri. Ketika anak merasa gelisah, takut, atau bahkan tanpa mampu mengungkapkan apa yang ia rasakan, pelukan orang tua mampu menjadi penenang yang tidak tergantikan.


Anak adalah Amanah, Bukan Sekadar Tanggung Jawab

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadamu…”
(QS. Al-Anfal: 27)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap anak adalah amanah (titipan) yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, bukan diserahkan tanpa perhatian.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Anak adalah bagian dari kepemimpinan orang tua. Maka menjaga, melindungi, dan memastikan keselamatannya adalah bagian dari ibadah.


Islam Mengajarkan Kasih Sayang dalam Pengasuhan

Nabi Muhammad SAW memberikan teladan luar biasa dalam memperlakukan anak-anak dengan penuh cinta.

Beliau bersabda:

“Barang siapa tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, ketika seorang sahabat heran melihat Nabi mencium anak kecil, beliau bersabda:

“Apa yang bisa aku lakukan jika Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu?”
(HR. Bukhari)

Ini menunjukkan bahwa kasih sayang adalah inti dari pendidikan dalam Islam, bukan kekerasan, bukan tekanan.


Pelukan adalah Bahasa Cinta yang Menyembuhkan

Bagi orang tua yang sedang diliputi kekhawatiran untuk kembali menitipkan anak ke daycare, jangan terburu-buru mengambil keputusan dalam kondisi emosi yang belum stabil. Peluklah anak-anak kita terlebih dahulu. Rasakan kembali kedekatan itu. Bangun kembali rasa aman—bukan hanya untuk anak, tetapi juga untuk hati kita sebagai orang tua.

Pelukan adalah awal dari pemulihan.


Antara Realita dan Tanggung Jawab

Kita juga memahami bahwa tidak semua orang tua memiliki pilihan untuk selalu berada di rumah. Banyak ibu yang harus berkarier, banyak ayah yang harus bekerja dari pagi hingga petang. Dalam kondisi seperti ini, menitipkan anak di daycare bisa menjadi solusi. Dan itu bukanlah sebuah kesalahan.

Yang perlu kita bangun adalah kesadaran dan kehati-hatian, bukan rasa bersalah yang berlebihan.

Jadikan setiap peristiwa sebagai muhasabah (introspeksi diri):

  • Apakah kita sudah benar-benar mengenal tempat kita menitipkan anak?
  • Apakah kita cukup membangun komunikasi dengan pengasuh?
  • Apakah kita masih meluangkan waktu berkualitas bersama anak?

Yang paling penting, jangan pernah “melepas” anak sepenuhnya, meskipun ia berada di tempat penitipan.


Saat Anak Pulang, Hadirlah Sepenuhnya

Saat anak pulang:

  • Tanyakan dengan lembut: “Hari ini bagaimana?”
  • Perhatikan ekspresi wajahnya
  • Dengarkan, meski ia hanya bercerita hal-hal kecil
  • Peluk kembali, agar ia tahu rumah adalah tempat pulang yang sesungguhnya

Karena sejatinya, anak tidak hanya membutuhkan tempat untuk dititipkan, tetapi membutuhkan hati untuk disandarkan.


Tulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Ini adalah ajakan bersama untuk lebih hadir, lebih peka, dan lebih penuh kasih dalam membersamai tumbuh kembang anak-anak kita.

Mari kita ingat kembali:

Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, tetapi orang tua yang hadir dan penuh cinta.

Dan seringkali, kehadiran itu dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana—
sebuah pelukan.



Fatkur Rohman, M.Pd.I
Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron Kota Yogyakarta

Bagikan Kajian Ini