Menapaki Jalan Surga Melalui Majelis Ilmu di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan : PPIS Kembali Bangkit

Yogyakarta, 21 Juni 2026 – Suasana penuh kehangatan dan semangat menuntut ilmu kembali terasa di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan. Kajian Ahad yang diselenggarakan oleh PPIS (Paguyuban Pangruktiloyo Islam Suryodiningratan) menjadi momentum kebangkitan majelis ilmu yang sempat vakum pasca pandemi Covid-19.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PPIS, Bapak Havid, yang mengingatkan jamaah tentang keutamaan menuntut ilmu. Beliau menyampaikan hadis Rasulullah ﷺ bahwa orang yang menempuh jalan untuk mencari ilmu akan dimudahkan Allah menuju jalan surga. Pesan tersebut menjadi pembuka yang menggugah semangat jamaah untuk kembali meramaikan majelis ilmu.
Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Al Ihsan, Bapak H. Djumijar, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kembali hidupnya kegiatan kajian di masjid.
“Sebuah kehormatan, kebahagiaan, dan kebanggaan bagi kita semua. Setelah beberapa tahun kegiatan ini vakum pasca Covid-19, kini majelis ilmu kembali hidup. Mari kita berusaha istiqamah menghadiri pengajian dan memakmurkan masjid,” ujarnya.
Kajian kemudian disampaikan oleh Drs. H. Daelami dengan tema keutamaan menuntut ilmu. Beliau menjelaskan bahwa menghadiri majelis ilmu memberikan setidaknya tiga keuntungan besar bagi seorang muslim.
Pertama, memperoleh pahala karena menuntut ilmu. Kedua, mendapatkan pahala silaturahim karena bertemu dan berinteraksi dengan sesama muslim. Ketiga, turut memakmurkan masjid sebagai rumah Allah.
Beliau juga mengingatkan firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa sekecil apa pun kebaikan akan mendapatkan balasan dari Allah sebagaimana disebutkan dalam Surat Az-Zalzalah. Selain itu, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu dengan kedudukan yang mulia.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Daelami mengisahkan peristiwa sahabat Abdullah bin Ummi Maktum yang datang menemui Rasulullah ﷺ untuk belajar. Saat itu Rasulullah sedang berdakwah kepada para pemuka Quraisy sehingga kurang memberikan perhatian kepada beliau. Peristiwa tersebut kemudian diabadikan Allah dalam Surat Abasa sebagai teguran yang penuh hikmah. Menariknya, Al-Qur’an menggunakan bahasa yang sangat indah dan santun tanpa langsung menyebut nama Rasulullah dalam teguran tersebut.
Agar lebih mudah dipahami jamaah, beliau memberikan ilustrasi sederhana tentang jamu beras kencur. Seseorang mungkin awalnya enggan meminum jamu karena belum mengetahui manfaatnya. Namun setelah mengetahui khasiatnya bagi kesehatan, ia justru menjadi senang mengonsumsinya. Demikian pula dengan majelis ilmu. Seseorang yang belum memahami manfaat ilmu mungkin merasa berat untuk menghadiri pengajian. Akan tetapi setelah merasakan manfaatnya, ia akan memperoleh motivasi, wawasan, dan semangat baru dalam menjalani kehidupan.
Beliau juga mencontohkan sosok sahabat Nabi, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, yang dikenal sebagai ulama besar umat Islam karena kesungguhan dan kecintaannya dalam menuntut ilmu sejak usia muda.
Kajian Ahad ini menjadi pengingat bahwa majelis ilmu bukan sekadar tempat menambah pengetahuan agama, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah, memakmurkan masjid, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat. Semoga kegiatan yang kembali bergeliat di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan ini menjadi wasilah lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan semakin dekat kepada Allah SWT.
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” Semoga hadis ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk senantiasa menghadiri majelis-majelis ilmu dan memakmurkan rumah Allah.




