Suryodiningratan RT 39 RW 11, MJ 787 Yogyakarta
087839473647 – 08562579078
masjid.alihsan.syd@gmail.com

Suryodiningratan RT 39 RW 11, MJ 787 Yogyakarta
087839473647 – 08562579078
masjid.alihsan.syd@gmail.com

Berita

Menyambut 10 Hari Pertama Dzulhijah dengan Amal Saleh dan Semangat Berqurban

Kultum Subuh Ahad Masjid Al Ihsan Suryodiningratan

Ahad, 17 Mei 2026, kegiatan Kultum Subuh di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan disampaikan oleh Drs. H. Daelami dengan tema “Kebahagiaan Memasuki Bulan Dzulhijah.”

Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk menyambut datangnya bulan Dzulhijah dengan penuh rasa syukur, kebahagiaan, dan semangat meningkatkan amal saleh. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah merupakan hari-hari yang sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini (10 hari pertama Dzulhijah).”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?”

Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.”

(HR. Bukhari)

Melalui hadis tersebut, dijelaskan bahwa nilai amal ibadah pada 10 hari pertama Dzulhijah memiliki keutamaan yang sangat tinggi dibanding hari-hari lainnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti dzikir, istighfar, sedekah, membaca Al-Qur’an, puasa sunnah, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Dalam kultum juga disampaikan pentingnya menjalankan puasa Arafah bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Rasulullah ﷺ bersabda:

> “Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”

(HR. Muslim)

Beliau mengajak jamaah untuk memperbanyak kalimat tayyibah, dzikir, dan istighfar sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama menjelang datangnya hari-hari penuh keberkahan tersebut.

Puncak amalan di bulan Dzulhijah adalah ibadah qurban pada 10 Dzulhijah. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:

> فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”

(QS. Al-Kautsar: 2)

Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bahwa Surah Al-Kautsar memiliki makna nikmat yang sangat besar. Sebagian ulama menafsirkan Al-Kautsar sebagai sungai di surga, dan sebagian lainnya memaknainya sebagai karunia dan nikmat Allah yang melimpah.

Karena itu, jamaah diajak untuk tidak bakhil atau kikir dalam beribadah kepada Allah, khususnya bagi yang telah mampu melaksanakan ibadah qurban. Beliau menegaskan agar umat Islam tidak “eman-eman” dalam berqurban karena ibadah tersebut merupakan bentuk ketaatan dan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Disampaikan pula hadis tentang keutamaan qurban:

> “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan qurban). Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah itu telah sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah, maka ikhlaskanlah diri kalian dalam berqurban.”

(HR. Tirmidzi)

Menutup kultumnya, Drs. H. Daelami mengajak seluruh jamaah untuk menyongsong datangnya bulan Dzulhijah dengan memperbanyak takbir, dzikir, dan amal saleh.

“Semoga kita semua mampu meningkatkan amal saleh, lebih bersemangat melakukan kebaikan, dan menjadi hamba yang bernilai di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tutup beliau.

Bagikan Kajian Ini