Suryodiningratan RT 39 RW 11, MJ 787 Yogyakarta
087839473647 – 08562579078
masjid.alihsan.syd@gmail.com

Suryodiningratan RT 39 RW 11, MJ 787 Yogyakarta
087839473647 – 08562579078
masjid.alihsan.syd@gmail.com

Kajian

“Ramadhan sebagai Madrasah Disiplin: Menanamkan Karakter Anak melalui Pola Asuh yang Bijak”

Rilis Ringkasan Kultum Tarawih
Masjid Al Ihsan Suryodiningratan
Oleh: Fatkur Rohman
Marbot Masjid Al Ihsan Suryodiningratan

Pada rangkaian Sholat Tarawih di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan, jamaah mendapatkan siraman ruhani dari Prof. Dr. H. Mukhammad Murdiono, M.Pd. Dalam kultumnya, beliau menyoroti pentingnya membangun kedisiplinan, khususnya dalam mendidik anak di tengah kehidupan masyarakat.
Menurut beliau, kedisiplinan anak tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui pola pendidikan yang diterapkan orang tua dan pendidik. Ada tiga metode yang sering digunakan dalam membentuk disiplin anak:
1.⁠ ⁠Metode Otoriter
Metode ini menuntut anak untuk mengikuti seluruh keinginan dan aturan pendidik. Anak harus melakukan apa yang diperintahkan, dan jika tidak, akan mendapatkan hukuman. Cara ini cenderung menekankan kepatuhan mutlak.
2.⁠ ⁠Metode Permisif
Pada metode ini, orang tua lebih banyak memberikan kebebasan. Anak diberi peringatan atau nasihat, seperti “kamu boleh seperti ini” atau “boleh seperti itu,” tanpa batasan yang tegas. Pola ini memberi ruang kebebasan luas, namun terkadang kurang memberikan ketegasan dalam membentuk disiplin.
3.⁠ ⁠Metode Demokratis
Metode ini merupakan perpaduan keduanya. Orang tua tetap memberikan aturan yang jelas, tetapi disertai dialog, kasih sayang, dan penjelasan. Anak dilatih memahami alasan di balik aturan sehingga tumbuh kesadaran dari dalam dirinya.
Lebih lanjut, Prof. Murdiono menegaskan bahwa bulan Ramadhan sejatinya adalah madrasah kedisiplinan. Allah ﷻ telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa sholat memiliki waktu yang telah ditentukan. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah An-Nisa ayat 103, bahwa sholat adalah kewajiban yang telah ditetapkan waktunya bagi orang-orang beriman.
Ramadhan melatih umat Islam untuk disiplin terhadap waktu. Ketika fajar tiba, kita berhenti makan dan minum. Ketika maghrib datang, kita berbuka puasa. Semua terikat pada ketentuan waktu yang jelas dan tidak bisa dimajukan atau ditunda sesuka hati.
Kebiasaan disiplin waktu selama Ramadhan ini diharapkan tidak berhenti ketika bulan suci berakhir. Memasuki bulan Syawal dan seterusnya, semoga nilai-nilai kedisiplinan itu berubah menjadi habit (kebiasaan) yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga puasa Ramadhan benar-benar membentuk pribadi yang lebih disiplin, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagikan Kajian Ini