Rindu Bertetangga dengan Rasulullah”Syahdunya Ba’da Subuh di Masjid Al Ihsan Suryodiningratan
Pemateri Kultum Subuh :
Ustadz Drs. H. Syarofin Arba
Ba’da Subuh itu, udara Suryodiningratan masih basah oleh rintikan hujan semalam dan embun yang memeluk suasana subuh. Cahaya pagi perlahan menyusup melalui jendela Masjid Al Ihsan. Jamaah duduk bersila, tenang, menanti nasihat yang menyejukkan jiwa.
Di mimbar, Syarofin Arba membuka kultum dengan pertanyaan yang mengguncang relung hati:
“Apakah Bapak Ibu cinta Allah dan Rasul?”
“Apakah Bapak Ibu rindu Rasulullah?”
“Apakah Bapak Ibu sekalian mau bertetangga dengan Rasul di surga?”
Jamaah terdiam.
Sebagian tersenyum harap.
Sebagian menunduk, merasa amalnya belum seberapa.
“Yakin mau?” tanya beliau lagi.
“Sedangkan amal sholeh kita masih kurang, belum setara para sahabat.”
Suasana hening. Pertanyaan itu bukan sekadar retorika, tetapi cermin bagi hati masing-masing.
Namun dengan suara yang mantap, beliau menegaskan:
“Jangan ragu. Jangan khawatir. Kita tetap bisa bertetangga dengan Rasulullah di Yaumul Akhir.”
Lalu beliau mengisahkan seorang sahabat sederhana, namun istimewa.
Kisah Cinta Seorang Pelayan Nabi
Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami
Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami adalah seorang sahabat yang melayani Rasulullah ﷺ. Ia membantu menyiapkan air wudhu, mendampingi perjalanan, dan memenuhi kebutuhan Nabi dengan penuh cinta.
Suatu hari, Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya:
“Mintalah kepadaku.”
Sebuah kesempatan besar.
Ia bisa meminta harta.
Ia bisa meminta kedudukan.
Namun yang keluar dari lisannya adalah kalimat yang lahir dari rindu terdalam:
“Aku meminta agar dapat bersamamu di surga.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Fa a’inni ‘ala nafsika bikatsratis sujud.”
“Bantulah aku (untuk mewujudkannya) dengan memperbanyak sujud.”
(HR. Muslim)
Betapa indah.
Surga tertinggi bukan mustahil.
Bertetangga dengan Rasul bukan angan-angan.
Tetapi ada jalannya: memperbanyak sujud, memperbanyak ibadah, memperbanyak ketaatan.
Menjadi Golongan Muqarrabin
Allah menyebut golongan yang dekat dengan-Nya sebagai Al-Muqarrabun orang-orang yang didekatkan kepada Allah.
Mereka berada di surga tingkat tinggi.
Dan Allah juga berfirman:
“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul, maka mereka itu akan bersama orang-orang yang Allah beri nikmat: para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang shalih.”
(QS. An-Nisa: 69)
Inilah janji Allah.
Kita mungkin bukan sahabat Nabi.
Tetapi kita bisa bersama golongan shiddiqin dan orang-orang shalih jika kita sungguh-sungguh menaati Allah dan Rasul-Nya.
Penutup Kultum: Seruan Pagi yang Menggetarkan
Wahai jamaah Masjid Al Ihsan yang dirahmati Allah…
Cinta itu bukan hanya di lisan.
Rindu itu bukan hanya air mata.
Jika kita ingin bertetangga dengan Rasulullah ﷺ:
Perbanyak sujud.
Jaga shalat berjamaah.
Hidupkan sunnah.
Perbaiki akhlak.
Tingkatkan kejujuran dan amanah.
Mari kita jawab panggilan itu dengan sikap para sahabat:
سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا
Sami’na wa atha’na
“Kami dengar dan kami taat.”
Semoga setiap langkah kaki kita menuju Subuh berjamaah menjadi saksi cinta kita.
Semoga setiap sujud kita mendekatkan kita menjadi golongan muqarrabin.
Dan semoga Allah mempertemukan kita kelak di surga tertinggi… bertetangga dengan Rasulullah ﷺ.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin
Penulis : Fatkur Rohman
